Kamis, 10 Desember 2020
Rabu, 09 Desember 2020
Membuat Kesepakatan Kelas
Membuat Kesepakatan Kelas
Salah
satu aksi nyata dari kegiatan guru penggerak di sekolah adalah menerapkan
budaya positif di sekolah. Penerapan budaya positif tersebut bisa berbagai
macam cara, salah satunya yang diterapkan adalah membuat kesepakatan kelas.
Dengan
membuat kesepakatan kelas oleh seluruh anggota kelas maka diharapkan semua hal
yang telah disepakati dapat berjalan dengan baik dan tidak adanya murid yang
melanggar. Dengan kesepakatan kelas sebagai salah satu upaya penciptaan suasana
kelas yang kondusif dan bermakna.
Adapun
langkah langkah yang saya laksanakan dalam membuat kesepakatan kelas tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Membangun komunikasi yang baik dulu kepada murid,
dimana saya menyampaikan maksud dan tujuan dari pembuatan kesepakatan kelas.
2. Setelah murid semua paham dan menyetujui pembuatan
kesepakatan kelas tersebut, kemudian saya mengawali proses dengan melontarkan
ide untuk memotivasi murid lainya dalam mengemukakan pendapat. Kesepakatan
kelas yang disepakati untuk dibuat pertama adalah tentang tata tertib kelas
baik dalam belajar maupun saat istirahat.
3. Ternyata banyak murid yang menyampaikan pendapatnya
dalam menyusun kesepakatan kelas tersebut, yang hamper hamper sama, kemudian
disusun dengan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak menimbulkan tafsir yang
berbeda beda.
4. Kesepakatan kesepakatan tersebut antara lain:
a.
Semua murid
disiplin waktu mulai belajar, selesai belajar, atau waktu pulang
b.
Diharapkan tidak
makan minum di ruang kelas
c.
Selalu menghormati
guru
d.
Berusaha mencari
gurunya jika guru brsangkutan belum masuk kelas
e.
Diusahakan jika
bermain dengan teman agar tetap pada batas kewajaran, tidak memfitnah, membully
atau mencemarkan nama baik
f.
Jika terjadi
pelanggaran atas salah satu atau lebih tentang kesepakatan kelas tersebut, maka
akan diingatkan kembali untuk tidak mengulangi pelanggaran lagi.
g.
Setiap waktu
tertentu akan diadakan pertemuan lagi untuk meninjau kesepakatan kelas yang
telah dibuat sebelumnya,
5. Demikian beberapa kesepakatan yang telah saya
sepakati dengan murid murid dengan menggunakan fasilitas WAG dan google meet.
6. Kesepakatan kelas tersebut kemudian disepakati untuk
dibuat di atas kertas manila dan ditempel nanti pada ruang kelas
7. Kesepakatan kelas tersebut kemudian ditanda tangani oleh
semua murid dan saya sendiri.
Kesepakatan
kelas yang sudah dibuat oleh warga kelas dan saya sendiri, dibacakan berkali
kali agar semua murid selalu mengingat dan menjalankan kesepakatan tersebut.
Pada saat pembacaan kesepakatan kelas, semua murid secara bergiliran maju dan
membacakan satu demi satu butir butir kesepakatan yang telah disepakati
bersama. Hal ini dapat meminimalisir adanya pelanggaran oleh mereka sendiri. Murid
terlihat begitu antusias dalam membaca seluruh kesepakatan kelas yang mereka telah
buat. Ada yang sambil bergaya al abaca puisi dalam proses pembacaannya. Dari
apa yang saya lihat dalam proses tersebut, saya berkeyakinan bahwa tidak aka
nada pelanggaran dalam menjalankan kesepakatan kelas yang sudah dibuat.
Selasa, 08 Desember 2020
Nilai Inovatif Guru Penggerak
Latar Belakang
Setiap manusia menjalani kehidupan yang sangat unik dan berbeda satu diantara yang lain sejak lahir sampai saat ini. Hal ini tentu membuat setiap orang memiliki nilai - nilai yang dipercaya, dianut dan dijalankan oleh seseorang, dan biasanya orang - orang yang memiliki nilai hidup yang sama, bergabung menjadi satu kesatuan akan membentuk sebuah team yang solid, kokoh dan berprestasi dalam hidup.
Kita bisa mengkaji lebih mendalam lagi melalui perenungan dan pemikiran pada diri kita sendiri tentang nilai nilai apa yang ada dalam diri. Harapan kita adalah untuk mendapat gambaran yang lebih banyak tentang hidup dan juga merefleksikannya kepada diri sendiri apakah nilai nilai kita sama dengan nilai nilai pada diri orang lain. dan apabila berbeda, kita juga bisa renungkan mengapa kita meyakini hal tersebut dan kita meyakininya sebagai suatu pendangan yang berbeda. Nilai nilai yang muncul dalam diri merupakan gambaran penting tentang diri kita. Gambaran penting itu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi nilai nilai mana yang perlu ditumbuhkan dan dikembangkan.
Nilai nilai dalam diri yang terkait dengan peran kita sebagai guru penggerak harus kita gali, tumbuhkan dan kembangkan menjadi sebuah aksi nyata dalam lingkungan pendidikan. Adapun nilai nilai tersebut merupakan nilai yang sudah ada sejak lahir seperti nilai nilai moderasi beragama, nilai nilai kemanusiaan, nilai kepercayaan, nilai tidak mudah menyerah, nilai kepemimpinan, nilai pembaharuan dan masih banyak lagi. Nilai nilai ini banyak yang tidak muncul ke permukaan, seperti fenomena gunung es, bahwa yang muncul di permukaan laut hanya 20%, sisanya terpendam, tak terlihat. Tantangan bagi kita sekarang adalah memunculkan nilai nilai positif tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan, dalam hal ini bagi perkembangan dunia pendidikan.
Pada dasarnya kita terus berpacu dengan perkembangan dunia dalam segala aspeknya. Termasuk salah satunya adalah perkembangan teknologi di dunia pendidikan tanpa batas. Sebagai guru penggerak, kita harus lebih cepat selangkah jika kita tidak ingin tertinggal. Otak luhur manusia dan otak primatalah yang memegang peran dalam mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi pendidikan.
Seperti yang sudah disampaikan oleh Mendikbud RI dengan program guru penggerak bahwa, Guru penggerak harus memiliki karakter dari guru yang baik, punya kemauan memimpin, berinovasi dan melakukan perubahan. “Mereka harus mampu mendorong tumbuh kembang murid, tidak hanya di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain
guru penggerak adalah guru yang tidak hanya memiliki karakteristik yang dimiliki oleh guru baik, tapi juga memiliki karakteristik yang lain yakni mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, yakni mampu membentuk siswa menjadi Pelajar Pancasila, mampu menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat kepada murid serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.
Dengan karakteristik tersebut maka guru penggerak akan menjadi lilin dan obor perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebab kehadiran mereka akan memberikan dampak yang luar biasa tidak hanya kepada guru-guru yang lain, tapi juga akan memberikan dampak terhadap sekolah serta mampu menjadi perubahan di masing-masing unit pendidikannnya, bahkan di luar unit pendidikannya.
Deskripsi Aksi Nyata
Implementasi Nilai Inovatif Guru Penggerak
Implementasi nilai nilai guru penggerak di sekolah sangat diperlukan. Salah satunya adalah penerapan nilai inovatif, dimana guru penggerak memberikan contoh dalam mempelajari dan menerapkan perubahan dan terobosan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas karakter murid, kualitas pembelajaran, kualitas budi pekerti.
Salah satu program inovatif yang diterapkan adalah menuangkan karya karya murid dalam sebuah media informasi seperti weblog pribadi atau google sites. Hal pertama yang dilakukan sebagai langkah awal adalah menyampaikan kepada murid yang berkeinginan dan senang dalam bermain internet termasuk pengelolaan situs tentang rencana program yang akan dilaksanakan untuk murid. Setelah kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan mengadakan pertemuan di sekolah dengan beberapa murid yang mempunyai ketertarikan dan siap mengikuti kegiatan. Kita mengadakan proses diskusi dengan murid terkait kesepakatan waktu bermain dengan situs weblog/google sites.
Dari hasil kesepakatan bersama tersebut kemudian ditindaklajuti dengan pemberian materi materi awal terkait blog maupun google sites. Menyampaikan kepada murid beberapa hal yang perlu dikuasai dalam pengelolaan blog/google sites. Dalam kegiatan tersebut, dari pihak sekolah menyediakan fasilitas pengembangan blog sekolah/blog pribadi/ google sites pribadi dengan menggunakan ruang laboratorium computer dan wifi sekolah. Beberapa kali pertemuan dengan pemberian pelatihan pembuatan karya karya di google sites. Dalam pertemuan pelatihan tersebut saya melatih murid dalam mengelola blog sekolah sampai menghasilkan karya yang diposting di blog sekolah/blog pribadi/ google sites pribadi.
Pada kegiatan awal, murid murid merasa masih kebingungan dalam memahami proses dan prosedur. Tetapi pada pertemuan berikutnya, murid sudah mulai paham dan sudah bisa menghasilkan karya yang bisa dibagikan pada pembaca. Pada tahap akhir adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan menyampaikan program pengimbasan kepada teman lainnya yang berminat.
Seorang guru penggerak akan keluar dan termotivasi untuk menjadi mentor bagi guru-guru lain, di dalam sekolah bahkan di luar sekolah. “Mereka adalah agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. Selain itu, guru penggerak nantinya akan terus menciptakan dan mengawal pencapaian profil pelajar Pancasila yang merupakan tujuan dari Merdeka Belajar, yang mempunyai enam sifat. Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kedua, kreatif dalam berkarya, menemukan jalan-jalan yang tidak konvensional, beradaptasi terhadap perubahan dan selalu senantiasa berinovasi. Ketiga, bergotong royong, yaitu kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama sebagai satu tim dan ini akan menjadi kompetensi terpenting di dunia kerja masa depan. Keempat, Kebhinekaan, yaitu mencintai keberagaman nasional, mempunyai spirit nasionalisme yang tinggi dan mencintai sesama. Kelima, kemampuan bernalar kritis, yaitu mampu memecahkan permasalahan, mampu berpikir secara kritis, mengolah informasi secara kritis, dan mampu berpikir secara terstruktur dan kuantitatif. Nilai nilai yang perlu ditumbuhkan pada diri guru penggerak adalah 5 poin penting yaitu Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak kepada murid.
Dengan demikian implementasi nilai inovatif dari guru penggerak sangat perlu untuk dikembangkan di sekolah. Dengan penerapan nilai inovatif di sekolah, diharapkan tidak hanya murid saja, tapi guru dan semua warga sekolah mempunayi semangat adaptasi terhadap perubahan positif terkait teknologi dan ilmu pengetahuan.
Beberapa kali pertemuan dengan murid di sekolah yang kemudian dilanjutkan pengembangannya di rumah masing masing, sudah tampak adanya penguasaan kompetensi di bidang pembuatan weblog dan google sites pribadi. Karya-karya sederhana yang dipublikasikan sudah mulai mengisi sites mereka. Dari apa yang sudah dihasilkan tersebut mereka mengungkapkan rasa bangga dan ingin terus belajar mengembangkannya. Itu artinya bahwa kegiatan ini, meskipun pesertanya tidak banyak, tetapi setidaknya dapat membangkitkan jiwa inovasi-inovasi teknologi murid dalam bidang pembelajaran.
Jika dibandingkan dua pilihan materi yang dipelajari antara weblog dan google sites, mereka menganggap weblog masih lebih sulit dalam pengerjaannya dibandingkan google sites. Hal ini menjadi sebuah pembelajaran bagaimana menyampaikan materi weblog ke murid agar mereka lebih paham. Ke depan, hal ini harus mendapat perhatian untuk bisa dilakukan perbaikan sistim pelatihannya, sehingga hasilnya dapat lebih optimal.
Kamis, 03 Desember 2020
Membangun budaya positif dan Membangun hubungan dengan murid
Lima Kriteria Utama Disiplin Positif
Rabu, 02 Desember 2020
Kamis, 26 November 2020
Tahapan BAGJA
PRAKARSA PERUBAHAN |
Upacara bendera yang berpihak pada
murid dan dinantikan oleh seluruh warga sekolah |
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar
tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan |
B-uat
pertanyaan (Define) |
Siapa Pembina upacaranya? Apakah ada menyanyikan Mars Sekolah dan wajib belajar? Siapa
perangkat upacara |
Pembina upacara dijadwalkan dari kepala sekolah, Waka, dan
Guru guru Menyanyikan Mars Sekolah dan wajib belajar Kelas bergiliran yang perangkatnya ditunjuk oleh guru |
A-mbil
pelajaran (Discover) |
Apakah perlu pembina upacara dari unsur Waka dan Guru Apakah Perlu menyanyikan mars sekolah dan lagu wajib belajar? Apakah perlu
perangkat upacara tidak ditunjuk? |
Kepala sekolah Waka dan Guru guru akan bergilir sebagai
Pembina upacara Sangat perlu agar tidak monoton dan guru punya kesempatan
mengeksplorasi diri Perlu agar siswa ingat akan Mars sekolahnhya dan wajib belajar Tahu visi misi sekolahnya Perlu untuk menumbuhkan tanggung jawab dan siswa yang
bahagia tanpa tekanan |
G-ali
mimpi (Dream) |
Bagaimana Guru dapat menjadi pembina upacara? Bagaimana pemilihan perangkat upacara? Bagaimana lagu Mars sekolah an lagu wajib belajar ada dalam
kegiatan Upacara? |
Guru akan memperoleh Jadwal yang dibuat oleh kepala sekolah
untuk menjadi pembina upacara Siswa bergantian menjadi Perangkat upacara yang dikoordinir
osis dengan mengedepankan minat siswa tanpa adanya tekanan Diselipkan pada Susunan upacara setelah menyanyikan lagu wajib |
J-abarkan
rencana (Design) |
Bagaimana penjabarannya? |
Kepala Sekolah Waka dan Guru akan dibuatkan jadwal bergilir
sebagai pembina upacara Osis dan Ketua Kelas akan mencatat siswa yang akan menjadi
Perangkat Upacara. Dan perangkat upacara ini harus berasal dari hati
nuraninya sendiri tanpa paksaan atau tekanan Mars dan
Hymne sekolah akan dimasukkan ke dalam susunan upacara bendera dan diletakkan
setelah menyanyikan lagu wajib nasional. |
A-tur
eksekusi (Deliver) |
Kapan Mula dilaksanakannya |
Kegiatan
Upacara bendera ini akan dilaksanakan di semester 2 Tahun Pelajaran
2020/2021, Saat pembelajaran tatap muka sudah dapat dilaksanakan |
Upacara biasanya |
Upacara versi baru |
Pembina
Upacara hanya kepala sekolah dan waka saja |
Pembina
Upacara berasal dari Kepala Sekolah, Waka dan Guru Guru yang dibuatkan jadwal
secara bergiliran |
Perangkat
upacara dari kelas yang dipilih wali kelas |
Perangkat
upacara dari kelas namun diberikan kebebasan kepada siswa yang ingin menjadi
perangkat upacara tanpa adanya tekanan. Setelah itu barulah diadakan latihan
sebelum kegiatan upacara |
Mars sekolah dan
wajib belajar tidak dimasukkan dalam susunan upacara bendera |
Mars sekolah dan
wajib belajar dimasukkan dalam susunan upacara bendera yag letaknya setelah
menyanyikan lagu wajib nasional |
Koneksi Antar Materi Modul 1.3
Tugas Elaborasi Pemahaman 1.3.a.8
Pemahaman mengenai paradigma inkuiri apresiatif (IA)
Perubahan…
merupakan sebuah kata yang kadang sulit untuk kita terima.
Hal
yang tidak mudah untuk menjalankan sebuah perubahan positif yang ada di
sekolah, karena suatu perubahan perlu adanya kerjasama oleh semua pihak, dan
upaya yang konsisten. Melakukan perubahan budaya positif tentu memiliki
tantangan. Untuk melakukannya diperlukan orang-orang yang bersedia untuk terus
melakukan inovasi dan terbuka terhadap kenyataan yang sedang dihadapi pada masa
kini dan yang akan datang.
Inkuiri
apresiatif adalah sebuah pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi sekolah
Melalui pendekatan inkuiri apresiatif yaitu, mengidentifikasi hal baik yang telah ada di sekolah, mencari cara agar bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, sehingga kelemahan, kekurangan dan ketiadaan menjadi tidak relevan.
Berpijak dari hal positif tersebut, sekolah kemudian menyelaraskan hal positif atau kekuatan dengan visi sekolah dan visi setiap individu dalam komunitas sekolah.
Bagian mana dari IA yang berkaitan dua poin KHD yaitu kodrat
alam dan kodrat jaman?
IA berorientasi pada perubahan ke arah yang positif dan lebih baik sesuai
dengan kodrat jaman yang selalu berubah sepanjang waktu. Bahwa kodrat alam
merupakan hak hak yang melekat pada manusia dalam hal ini murid, bahwa murid
sudah sedemikian adanya mempunyai kemampuan daya pikir dan bertumbuh sesuai
dengan kodratnya masing masing. “Anak-anak
hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan
menuntun tumbuhnya kodrat itu”.
Bahwa pendidik hanya
merancang, merawat dan menuntun untuk mengembangkan hal hal positif pada diri
murid sesuai kodratnya yang kemudian disesuaikan dengan perkembangan jaman
untuk bisa dijadikan sebuah kegiatan murid yang positif inovatif sehingga murid bisa bertumbuh sesuai
kodratnya
Peran pendidik
- bahwa tut wuri handayani ialah
mengakui adanya pembawaan, bakat, ataupun potensi yang dimiliki anak yang
dibawa sejak lahir. Dengan kata tut wuri pendidik diharapkan dapat
melihat, menemukan dan memahami bakat atau potensi yang muncul dan
terlihat pada anak didik untuk selanjutnya mengembangkan pertumbuhan yang
sewajarnya dari potensi-potensi tersebut. Seorang guru adalah pendidik
yang terus-menerus memberikan dorongan semangat dan menunjukkan arah yang
benar untuk anak didiknya. Dalam arti lain bahwa tut wuri handayani,
seorang pendidik selalu mendukung dan menopang (mendorong) para muridnya
berkarya ke arah yang benar bagi hidup masyarakat. Pendidik mengikuti para
muridnya dari belakang, memberi kemerdekaan bergerak dan mempengaruhi
mereka dengan kekuatannya
- Dalam tut wuri terkandung maksud
membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru
memperhatikan. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik,
dalam arti membimbing atau mengajar. Dengan demikian membimbing mengandung
arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya
yang berjiwa Pancasila, dan bukanlah mendikte peserta didik, apalagi
memaksanya menurut kehendak sang pendidik.
Bagaimana kita memanfaatkan
paradigma IA untuk mewujudkan dua poin KHD tersebut?
Yang pertama yang harus dilakukan adalah
dimulai dengan menggali hal-hal
positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki, menginventarisasi
daftar kegiatan positif atau kekuatan positif yang sudah berjalan yang terkait
dengan pemikiran KHD tentang kodrat alam dan kodrat jaman tentang bagaimana
sekolah mengembangkan potensi positif sesuai kodrat yang dibawa murid, setelah
itu kita bisa terapkan tahapan BAGJA sampai dengan eksekusi program yang
sejalan dengan visi sekolah.
Ketut
Ngurah Artawan-CGP Karangasem
Minggu, 22 November 2020
PUISI UNTUK NEGERI
MEWARNAI
GENERASI
Buah
karya: Ketut Ngurah Artawan
Link:
https://youtu.be/Pa6jG6akLk4
Langkah kakimu mantap
Menyeruak di antara
ruangan
Menatap tajam ke depan
Membawa segudang
harapan
Untuk muridmu kelak
yang berkarakter luhur
Suaramu lembut mengisi
ruang hati setiap murid
Membimbing, melayani
mereka
Berpaduu saling mengisi
kekurangan
Berpacu saling menata
kegembiraan
Tak pernah lelah
mencoba
Tak pernah lelah
menimba
Dengan satu harapan
Generasi bangsa bisa di
depan
Dengan warna nilai
nilai agama dan kemanuisaan
Semua yang dilakukan
Dengan konsep
pelayanan, menghamba kepada murid
Tak pernah risau dengan
cibiran
Yang ada hanya
pengabdian
Agar murid bertumbuh
sesuai kodrat Tuhan
Guru penggerak sebagai
teladan
Memberikan contoh di
depan
Guru penggerak selalu
di tengah
Memberikan bimbingan
dan tuntunan
Guru penggerak
mendorong motivasi murid untuk berkembang
Dengan warna warna
cemerlang
Agar tidak ditelan
jaman
Koneksi Antar Materi (Artikel) Nilai Nilai dan Peran Guru Penggerak
Setiap manusia menjalani kehidupan yang sangat
unik dan berbeda satu diantara yang lain sejak lahir sampai saat ini. Hal ini
tentu membuat setiap orang memiliki nilai - nilai yang dipercaya, dianut dan
dijalankan oleh seseorang, dan biasanya orang - orang yang memiliki nilai hidup
yang sama, bergabung menjadi satu kesatuan akan membentuk sebuah team yang
solid, kokoh dan berprestasi dalam hidup.
Kita bisa mengkaji lebih mendalam lagi melalui
perenungan dan pemikiran pada diri kita sendiri tentang nilai nilai apa yang
ada dalam diri. Harapan kita adalah untuk mendapat gambaran yang lebih banyak
tentang hidup dan juga merefleksikannya kepada diri sendiri apakah nilai nilai
kita sama dengan nilai nilai pada diri orang lain. dan apabila berbeda, kita juga bisa renungkan
mengapa kita meyakini hal tersebut dan kita meyakininya sebagai suatu pendangan
yang berbeda. Nilai nilai yang muncul dalam diri merupakan gambaran penting
tentang diri kita. Gambaran penting itu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi
dan introspeksi nilai nilai mana yang perlu ditumbuhkan dan dikembangkan.
Jika kita bicara tentang nilai moderasi agama
merupakan proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan
seimbang agar terhindar dari perilaku ekstrim atau berlebih lebihan saat
mengimplementasikannya
Tujuan moderasi agama adalah untuk mengembalikan esensi
ajaran agama yg sesungguhnya yaitu memanusiakan manusia.
Prinsip orang moderat adalah adil dan seimbang.
Adil berarti menempatkan segala sesuatu padavtempatnya seraya melaksnaakan
secara baik dan secepat mungkin. Berimbang berarti seallu berada di tengah
dengan melakukan pengabdian kpd Tuhan dlm menjalankan ajaran Nya yg
berorientasi pada upaya memuliakan manusia. Ada 3 hal dlm mengamalkan ajaran
agama yaitu nilai kemanusiaan, kesepakatan bersama dan ketertiban umum.
Ciri seorang moderat, berilmu, mengendalikan emosi, berakhlak
baik, pemaaf, menjadi teladan, berempati.
Moderasi beragama sebagai upaya mengembalikan
pemahaman dan praktik beragama sesuai dengan eaensinya yakni utk menjaga
harkat, martabat dan peradaban manusia. Moderasi beragama adalah bagian dari
strategi bangsa dalam.merawat keberagaman Indonesia yang berbeda agama, etnis,
bahasa, budaya. Moderasi beragama diyakini mampu menjadi strategi kebudayaan
utk merawat jati diri Bangsa Indonesia.
Nilai nilai dalam diri yang terkait dengan peran
kita sebagai guru penggerak harus kita gali, tumbuhkan dan kembangkan menjadi
sebuah aksi nyata dalam lingkungan pendidikan. Adapun nilai nilai tersebut
merupakan nilai yang sudah ada sejak lahir seperti nilai nilai moderasi
beragama, nilai nilai kemanusiaan, nilai kepercayaan, nilai tidak mudah
menyerah, nilai kepemimpinan, nilai pembaharuan dan masih banyak lagi. Nilai
nilai ini banyak yang tidak muncul ke permukaan, seperti fenomena gunung es,
bahwa yang muncul di permukaan laut hanya 20%, sisanya terpendam, tak terlihat.
Tantangan bagi kita sekarang adalah memunculkan nilai nilai positif tersebut
menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan, dalam hal ini bagi
perkembangan dunia pendidikan.
Pada dasarnya kita terus berpacu dengan
perkembangan dunia dalam segala aspeknya. Termasuk salah satunya adalah
perkembangan teknologi di dunia pendidikan tanpa batas. Sebagai guru penggerak,
kita harus lebih cepat selangkah jika kita tidak ingin tertinggal. Otak luhur
manusia dan otak primatalah yang memegang peran dalam mengikuti perkembangan
pengetahuan dan teknologi pendidikan.
Seperti yang sudah
disampaikan oleh Mendikbud RI dengan program guru penggerak bahwa, Guru
penggerak harus memiliki karakter dari guru yang baik, punya kemauan memimpin,
berinovasi dan melakukan perubahan. “Mereka harus mampu mendorong tumbuh
kembang murid, tidak hanya di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain
guru penggerak adalah
guru yang tidak hanya memiliki karakteristik yang dimiliki oleh guru baik, tapi
juga memiliki karakteristik yang lain yakni mampu mendorong tumbuh kembang
murid secara holistik, yakni mampu membentuk siswa menjadi Pelajar Pancasila,
mampu menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang
berpusat kepada murid serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi
ekosistem pendidikan.
Dengan karakteristik
tersebut maka guru penggerak akan menjadi lilin dan obor perubahan dalam dunia
pendidikan di Indonesia. Sebab kehadiran mereka akan memberikan dampak yang
luar biasa tidak hanya kepada guru-guru yang lain, tapi juga akan memberikan
dampak terhadap sekolah serta mampu menjadi perubahan di masing-masing unit
pendidikannnya, bahkan di luar unit pendidikannya.
Seorang
guru penggerak akan keluar dan termotivasi untuk menjadi mentor bagi guru-guru
lain, di dalam sekolah bahkan di luar sekolah. “Mereka adalah agen perubahan di
dalam ekosistem pendidikan. Selain itu, guru penggerak nantinya akan terus
menciptakan dan mengawal pencapaian profil pelajar Pancasila yang merupakan
tujuan dari Merdeka Belajar, yang mempunyai enam sifat. Pertama, beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kedua, kreatif dalam
berkarya, menemukan jalan-jalan yang tidak konvensional, beradaptasi terhadap
perubahan dan selalu senantiasa berinovasi. Ketiga, bergotong royong, yaitu
kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama sebagai satu tim dan ini akan menjadi
kompetensi terpenting di dunia kerja masa depan. Keempat, Kebhinekaan, yaitu
mencintai keberagaman nasional, mempunyai spirit nasionalisme yang tinggi dan
mencintai sesama.
Kelima, kemampuan
bernalar kritis, yaitu mampu memecahkan permasalahan, mampu berpikir secara
kritis, mengolah informasi secara kritis, dan mampu berpikir secara terstruktur
dan kuantitatif.
Nilai nilai yang perlu
ditumbuhkan pada diri guru penggerak adalah 5 poin penting yaitu Mandiri,
Reflektif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak kepada murid.
Dampak positif bagi
murid dengan adanya guru penggerak ini adalah bahwa murid akan merasa nyaman dalam setiap proses
pembelajaran, konsep merdeka belajar bagi murid tidak hanya sekedar slogan,
tetapi sebuah keniscayaan yang harus terjadi. rasa hormat murid kepada guru
adalah berasal dari keteladanan guru, yang pada akhirnya melahirkan murid yang
berbudi pekerti luhur
Kekuatan kekuatan pada diri guru
penggerak merupakan modal utama dalam menggerakkan komunitas pendidikan seperti
rasa percaya diri, mandiri, reflektif, tidak mudah menyerah, mampu
mengembangkan diri dan orang lain dan tentunya komitmen dan keteladan merupakan
sesuatu yang tak mungkin diabaikan.
Kontribusi nyata dalam
menyediakan pembelajaran yang bermakna bagi murid adalah bahwa semua tindakan
kea rah perubahan dan perbaikan menjadi sebuah fakta seperti pelayanan yang
tulus kepada murid kapanpun dan dimanapun dengan memberikan yang terbaik bagi
murid. Memberikan pembelajaran bermakna yang betul betul bermanfaat bagi
kehidupannya dan masa depannya.
Ketut
Ngurah Artawan: CGP-Karangasem-Bali
MEWUJUDKAN SEKOLAH SEBAGAI RUMAH KEDUA MELALUI PROGRAM GEMA LIBAS
ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 3.3 MEWUJUDKAN SEKOLAH SEBAGAI RUMAH KEDUA MELALUI PROGRAM GEMA LIBAS
