SELAMAT DATANG & SELAMAT MEMBACA
NGURAH@SAINS'BLOG

Rabu, 09 Desember 2020

Membuat Kesepakatan Kelas

Penerapan Budaya Positif di sekolah

Membuat Kesepakatan Kelas

Salah satu aksi nyata dari kegiatan guru penggerak di sekolah adalah menerapkan budaya positif di sekolah. Penerapan budaya positif tersebut bisa berbagai macam cara, salah satunya yang diterapkan adalah membuat kesepakatan kelas.

Dengan membuat kesepakatan kelas oleh seluruh anggota kelas maka diharapkan semua hal yang telah disepakati dapat berjalan dengan baik dan tidak adanya murid yang melanggar. Dengan kesepakatan kelas sebagai salah satu upaya penciptaan suasana kelas yang kondusif dan bermakna.

Adapun langkah langkah yang saya laksanakan dalam membuat kesepakatan kelas tersebut adalah sebagai berikut.

1.      Membangun komunikasi yang baik dulu kepada murid, dimana saya menyampaikan maksud dan tujuan dari pembuatan kesepakatan kelas.

2.      Setelah murid semua paham dan menyetujui pembuatan kesepakatan kelas tersebut, kemudian saya mengawali proses dengan melontarkan ide untuk memotivasi murid lainya dalam mengemukakan pendapat. Kesepakatan kelas yang disepakati untuk dibuat pertama adalah tentang tata tertib kelas baik dalam belajar maupun saat istirahat.

3.      Ternyata banyak murid yang menyampaikan pendapatnya dalam menyusun kesepakatan kelas tersebut, yang hamper hamper sama, kemudian disusun dengan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda beda.

4.      Kesepakatan kesepakatan tersebut antara lain:

a.       Semua murid disiplin waktu mulai belajar, selesai belajar, atau waktu pulang

b.      Diharapkan tidak makan minum di ruang kelas

c.       Selalu menghormati guru

d.      Berusaha mencari gurunya jika guru brsangkutan belum masuk kelas

e.       Diusahakan jika bermain dengan teman agar tetap pada batas kewajaran, tidak memfitnah, membully atau mencemarkan nama baik

f.       Jika terjadi pelanggaran atas salah satu atau lebih tentang kesepakatan kelas tersebut, maka akan diingatkan kembali untuk tidak mengulangi pelanggaran lagi.

g.      Setiap waktu tertentu akan diadakan pertemuan lagi untuk meninjau kesepakatan kelas yang telah dibuat sebelumnya,

5.      Demikian beberapa kesepakatan yang telah saya sepakati dengan murid murid dengan menggunakan fasilitas WAG dan google meet.

6.      Kesepakatan kelas tersebut kemudian disepakati untuk dibuat di atas kertas manila dan ditempel nanti pada ruang kelas

7.      Kesepakatan kelas tersebut kemudian ditanda tangani oleh semua murid dan saya sendiri.

Kesepakatan kelas yang sudah dibuat oleh warga kelas dan saya sendiri, dibacakan berkali kali agar semua murid selalu mengingat dan menjalankan kesepakatan tersebut. Pada saat pembacaan kesepakatan kelas, semua murid secara bergiliran maju dan membacakan satu demi satu butir butir kesepakatan yang telah disepakati bersama. Hal ini dapat meminimalisir adanya pelanggaran oleh mereka sendiri. Murid terlihat begitu antusias dalam membaca seluruh kesepakatan kelas yang mereka telah buat. Ada yang sambil bergaya al abaca puisi dalam proses pembacaannya. Dari apa yang saya lihat dalam proses tersebut, saya berkeyakinan bahwa tidak aka nada pelanggaran dalam menjalankan kesepakatan kelas yang sudah dibuat.

 

Selasa, 08 Desember 2020

Nilai Inovatif Guru Penggerak


Latar Belakang

Setiap manusia menjalani kehidupan yang sangat unik dan berbeda satu diantara yang lain sejak lahir sampai saat ini. Hal ini tentu membuat setiap orang memiliki nilai - nilai yang dipercaya, dianut dan dijalankan oleh seseorang, dan biasanya orang - orang yang memiliki nilai hidup yang sama, bergabung menjadi satu kesatuan akan membentuk sebuah team yang solid, kokoh dan berprestasi dalam hidup.

Kita bisa mengkaji lebih mendalam lagi melalui perenungan dan pemikiran pada diri kita sendiri tentang nilai nilai apa yang ada dalam diri. Harapan kita adalah untuk mendapat gambaran yang lebih banyak tentang hidup dan juga merefleksikannya kepada diri sendiri apakah nilai nilai kita sama dengan nilai nilai pada diri orang lain.  dan apabila berbeda, kita juga bisa renungkan mengapa kita meyakini hal tersebut dan kita meyakininya sebagai suatu pendangan yang berbeda. Nilai nilai yang muncul dalam diri merupakan gambaran penting tentang diri kita. Gambaran penting itu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi nilai nilai mana yang perlu ditumbuhkan dan dikembangkan.

Nilai nilai dalam diri yang terkait dengan peran kita sebagai guru penggerak harus kita gali, tumbuhkan dan kembangkan menjadi sebuah aksi nyata dalam lingkungan pendidikan. Adapun nilai nilai tersebut merupakan nilai yang sudah ada sejak lahir seperti nilai nilai moderasi beragama, nilai nilai kemanusiaan, nilai kepercayaan, nilai tidak mudah menyerah, nilai kepemimpinan, nilai pembaharuan dan masih banyak lagi. Nilai nilai ini banyak yang tidak muncul ke permukaan, seperti fenomena gunung es, bahwa yang muncul di permukaan laut hanya 20%, sisanya terpendam, tak terlihat. Tantangan bagi kita sekarang adalah memunculkan nilai nilai positif tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan, dalam hal ini bagi perkembangan dunia pendidikan.

Pada dasarnya kita terus berpacu dengan perkembangan dunia dalam segala aspeknya. Termasuk salah satunya adalah perkembangan teknologi di dunia pendidikan tanpa batas. Sebagai guru penggerak, kita harus lebih cepat selangkah jika kita tidak ingin tertinggal. Otak luhur manusia dan otak primatalah yang memegang peran dalam mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi pendidikan.

Seperti yang sudah disampaikan oleh Mendikbud RI dengan program guru penggerak bahwa, Guru penggerak harus memiliki karakter dari guru yang baik, punya kemauan memimpin, berinovasi dan melakukan perubahan. “Mereka harus mampu mendorong tumbuh kembang murid, tidak hanya di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain 

guru penggerak adalah guru yang tidak hanya memiliki karakteristik yang dimiliki oleh guru baik, tapi juga memiliki karakteristik yang lain yakni mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, yakni mampu membentuk siswa menjadi Pelajar Pancasila, mampu menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat kepada murid serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Dengan karakteristik tersebut maka guru penggerak akan menjadi lilin dan obor perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebab kehadiran mereka akan memberikan dampak yang luar biasa tidak hanya kepada guru-guru yang lain, tapi juga akan memberikan dampak terhadap sekolah serta mampu menjadi perubahan di masing-masing unit pendidikannnya, bahkan di luar unit pendidikannya.

Deskripsi Aksi Nyata 

Implementasi Nilai Inovatif Guru Penggerak

Implementasi nilai nilai guru penggerak di sekolah sangat diperlukan. Salah satunya adalah penerapan nilai inovatif, dimana guru penggerak memberikan contoh dalam mempelajari dan menerapkan perubahan dan terobosan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas karakter murid, kualitas pembelajaran, kualitas budi pekerti.

Salah satu program inovatif yang diterapkan adalah menuangkan karya karya murid dalam sebuah media informasi seperti weblog pribadi atau google sites. Hal pertama yang dilakukan sebagai langkah awal adalah menyampaikan kepada murid yang berkeinginan dan senang dalam bermain internet termasuk pengelolaan situs tentang rencana program yang akan dilaksanakan untuk murid. Setelah kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan mengadakan pertemuan di sekolah dengan beberapa murid yang mempunyai ketertarikan dan siap mengikuti kegiatan. Kita mengadakan proses diskusi dengan murid terkait kesepakatan waktu bermain dengan situs weblog/google sites.

Dari hasil kesepakatan bersama tersebut kemudian ditindaklajuti dengan pemberian materi materi awal terkait blog maupun google sites. Menyampaikan kepada murid beberapa hal yang perlu dikuasai dalam pengelolaan blog/google sites. Dalam kegiatan tersebut, dari pihak sekolah menyediakan fasilitas pengembangan blog sekolah/blog pribadi/ google sites pribadi dengan menggunakan ruang laboratorium computer dan wifi sekolah. Beberapa kali pertemuan dengan pemberian pelatihan pembuatan karya karya di google sites. Dalam pertemuan pelatihan tersebut saya melatih murid dalam mengelola blog sekolah sampai menghasilkan karya yang diposting di blog sekolah/blog pribadi/ google sites pribadi.

Pada kegiatan awal, murid murid merasa masih kebingungan dalam memahami proses dan prosedur. Tetapi pada pertemuan berikutnya, murid sudah mulai paham dan sudah bisa menghasilkan karya yang bisa dibagikan pada pembaca. Pada tahap akhir adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan menyampaikan program pengimbasan kepada teman lainnya yang berminat.

Seorang guru penggerak akan keluar dan termotivasi untuk menjadi mentor bagi guru-guru lain, di dalam sekolah bahkan di luar sekolah. “Mereka adalah agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. Selain itu, guru penggerak nantinya akan terus menciptakan dan mengawal pencapaian profil pelajar Pancasila yang merupakan tujuan dari Merdeka Belajar, yang mempunyai enam sifat. Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kedua, kreatif dalam berkarya, menemukan jalan-jalan yang tidak konvensional, beradaptasi terhadap perubahan dan selalu senantiasa berinovasi. Ketiga, bergotong royong, yaitu kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama sebagai satu tim dan ini akan menjadi kompetensi terpenting di dunia kerja masa depan. Keempat, Kebhinekaan, yaitu mencintai keberagaman nasional, mempunyai spirit nasionalisme yang tinggi dan mencintai sesama. Kelima, kemampuan bernalar kritis, yaitu mampu memecahkan permasalahan, mampu berpikir secara kritis, mengolah informasi secara kritis, dan mampu berpikir secara terstruktur dan kuantitatif. Nilai nilai yang perlu ditumbuhkan pada diri guru penggerak adalah 5 poin penting yaitu Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak kepada murid.

Dengan demikian implementasi nilai inovatif dari guru penggerak sangat perlu untuk dikembangkan di sekolah. Dengan penerapan nilai inovatif di sekolah, diharapkan tidak hanya murid saja, tapi guru dan semua warga sekolah mempunayi semangat adaptasi terhadap perubahan positif terkait teknologi dan ilmu pengetahuan.

Beberapa kali pertemuan dengan murid di sekolah yang kemudian dilanjutkan pengembangannya di rumah masing masing, sudah tampak adanya penguasaan kompetensi di bidang pembuatan weblog dan google sites pribadi. Karya-karya sederhana yang dipublikasikan sudah mulai mengisi sites mereka. Dari apa yang sudah dihasilkan tersebut mereka mengungkapkan rasa bangga dan ingin terus belajar mengembangkannya. Itu artinya bahwa kegiatan ini, meskipun pesertanya tidak banyak, tetapi setidaknya dapat membangkitkan jiwa inovasi-inovasi teknologi murid dalam bidang pembelajaran.

Jika dibandingkan dua pilihan materi yang dipelajari antara weblog dan google sites, mereka menganggap weblog masih lebih sulit dalam pengerjaannya dibandingkan google sites. Hal ini menjadi sebuah pembelajaran bagaimana menyampaikan materi weblog ke murid agar mereka lebih paham. Ke depan, hal ini harus mendapat perhatian untuk bisa dilakukan perbaikan sistim pelatihannya, sehingga hasilnya dapat lebih optimal.



Kamis, 03 Desember 2020

Membangun budaya positif dan Membangun hubungan dengan murid

 

Hal kecil yang harus dilakukan guru dalam membangun budaya positif di sekolah

1. Jadikan diri sebagai contoh
2. Jadilah guru yang tidak hanya sekedar mementingkan nilai akademis, tetapi juga mengapresiasi usaha murid
3. Lebih dari sekedar mengajar, ajarkan juga nilai moral pada pelajaran
4. Jujur pada diri sendiri dan terbuka pada kesalahan
5. Mengajarkan sopan santun
6. Beri kesempatan murid untuk belajar memimpin
7. Berbagi pengalaman sebagai cerita inspiratif



Cara guru membangun hubungan dengan murid

1.      Memberikan Struktur proses pembelajaran yang jelas
2.      Ajarkan Dengan Antusiasme dan Gairah
3.      Memiliki Sikap Positif dalam mengelola proses pembelajaran
4.      Memasukkan Humor dalam Pelajaran
5.      Membuat Belajar Menyenangkan
6.      Manfaatkan Minat murid dalam mengelola kelas
7.      Memasukkan Story Telling (bisa berupa cerita pribadi) ke Pelajaran
8.      Memperlakukan mereka dengan hormat
9.      Perhatian yang tidak terbatas

Lima Kriteria Utama Disiplin Positif

Untuk melakukan pendekatan disiplin positif, Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak perlu menjadikan kriteria ini sebagai panduan dalam membangun hubungan dengan murid.
1.      Bersikap baik dan tegas di saat yang bersamaan (menunjukkan sikap hormat dan memberi semangat).
2.      Membantu murid merasa dihargai dan memiliki keterikatan antara dirinya dengan guru dan teman di kelasnya, sehingga ia merasa menjadi bagian dari kelas. 
3.      Memiliki komitmen untuk mempertimbangkan efektivitas dan dampak jangka panjang bagi proses belajar murid dari tindakan yang diambil (misalnya; pemberian hukuman bersifat dapat menyelesaikan masalah dalam jangka pendek, tetapi berpotensi memberikan dampak negatif dalam proses belajar pada anak yang bersifat jangka panjang). Dengan begitu, pendidik fokus pada perubahan dan peningkatan perilaku yang menetap, bukan hanya pada perilaku yang berhasil ditampakkan pada saat itu.
4.      Menerapkan disiplin positif berarti membekali murid dengan keterampilan sosial dan mendukung pertumbuhan karakter yang baik seperti rasa hormat, kepedulian terhadap orang lain, komunikasi yang efektif, pemecahan masalah, tanggung jawab kontribusi, kerja sama.
5.      Mengajak murid untuk menemukan bagaimana mereka mampu dan dapat menggunakan kekuatan diri mereka dengan cara yang membangun.
Disiplin Positif mengajarkan orang dewasa untuk menggunakan kebaikan dan ketegasan pada saat yang sama, serta tidak menghukum maupun permisif.
Kesimpulan
Disiplin positif bukanlah :
o    Membiarkan peserta didik melakukan apa pun yang mereka inginkan
o    Tentang tidak memiliki aturan, batasan atau harapan
o    Tentang reaksi jangka pendek
o    Hukuman alternatif untuk menampar, memukul dan mempermalukan
Disiplin positif adalah :
o    Solusi jangka panjang yang mengembangkan disiplin diri peserta didik
o    Komunikasi yang jelas dan konsisten
o    Penguatan harapan, aturan, dan batasan Anda secara konsisten
o    Didasarkan pada mengenal peserta didik dan bersikap adil
o    Membangun hubungan yang saling menghormati dengan peserta didik
o    Mengajar peserta didik keterampilan seumur hidup dan menumbuhkan kecintaan mereka belajar
o    Mengajar sopan santun, tanpa kekerasan, empati, harga diri dan rasa hormat untuk orang lain dan hak-hak mereka
o    Meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri peserta didik untuk menangani tantangan akademik dan situasi sosial yang sulit.
(Durrant,J. 2010. Positive Discipline in Everyday Teaching: A guide for educators. Save the Children, Sweden. )
Menerapkan pendekatan disiplin positif dapat membantu sekolah memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi. Murid cenderung menjadikan orang dewasa sebagai model; jika  murid melihat orang dewasa menggunakan kekerasan fisik atau psikologis, mereka akan belajar bahwa kekerasan dapat diterima sehingga ada kemungkinan mereka akan menggunakan kekerasan terhadap orang lain. Sekolah memiliki peran penting dalam membimbing, memperbaiki, dan mensosialisasikan kepada  murid mengenai perilaku yang sesuai. Agar perubahan berhasil, diperlukan pendekatan terkoordinasi yang melibatkan semua peran di komunitas sekolah. Sekolah perlu bekerja dengan orangtua untuk memastikan konsistensi antara rumah dan sekolah, serta membekali mereka dengan informasi dan alat untuk mempraktikkan disiplin positif di rumah.

Poster Panduan Interaksi Guru dan Murid dalam Membangun Budaya Positif di Sekolah


 

Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Karakter

Kamis, 26 November 2020

Tahapan BAGJA

 

PRAKARSA

PERUBAHAN

Upacara bendera yang berpihak pada murid dan dinantikan oleh seluruh warga sekolah

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

Siapa Pembina upacaranya?

Apakah ada menyanyikan Mars Sekolah dan wajib belajar?

Siapa perangkat upacara

Pembina upacara dijadwalkan dari kepala sekolah, Waka, dan Guru guru

 

 Menyanyikan Mars Sekolah dan wajib belajar

 

 Kelas bergiliran yang perangkatnya ditunjuk oleh guru

A-mbil pelajaran (Discover)

Apakah perlu pembina upacara dari unsur Waka dan Guru

Apakah Perlu menyanyikan mars sekolah dan lagu wajib belajar?

Apakah perlu perangkat upacara tidak ditunjuk?

Kepala sekolah Waka dan Guru guru akan bergilir sebagai Pembina upacara

Sangat perlu agar tidak monoton dan guru punya kesempatan mengeksplorasi diri

Perlu agar siswa ingat akan Mars sekolahnhya dan wajib belajar

Tahu visi misi sekolahnya

 Perlu untuk menumbuhkan tanggung jawab dan siswa yang bahagia tanpa tekanan

G-ali mimpi (Dream)

Bagaimana Guru dapat menjadi pembina upacara?

Bagaimana pemilihan perangkat upacara?

Bagaimana lagu Mars sekolah an lagu wajib belajar ada dalam kegiatan Upacara?

 

Guru akan memperoleh Jadwal yang dibuat oleh kepala sekolah untuk menjadi pembina upacara

 

 

Siswa bergantian menjadi Perangkat upacara yang dikoordinir osis dengan mengedepankan minat siswa tanpa adanya tekanan

Diselipkan pada Susunan upacara setelah menyanyikan lagu wajib

 

J-abarkan rencana (Design)

Bagaimana penjabarannya?

 

Kepala Sekolah Waka dan Guru akan dibuatkan jadwal bergilir sebagai pembina upacara

Osis dan Ketua Kelas akan mencatat siswa yang akan menjadi Perangkat Upacara. Dan perangkat upacara ini harus berasal dari hati nuraninya sendiri tanpa paksaan atau tekanan

Mars dan Hymne sekolah akan dimasukkan ke dalam susunan upacara bendera dan diletakkan setelah menyanyikan lagu wajib nasional.

A-tur eksekusi (Deliver)

Kapan Mula dilaksanakannya

 

Kegiatan Upacara bendera ini akan dilaksanakan di semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021, Saat pembelajaran tatap muka sudah dapat dilaksanakan



Upacara biasanya

Upacara versi baru

Pembina Upacara hanya kepala sekolah dan waka saja

 

Pembina Upacara berasal dari Kepala Sekolah, Waka dan Guru Guru yang dibuatkan jadwal secara bergiliran

Perangkat upacara dari kelas yang dipilih wali kelas

Perangkat upacara dari kelas namun diberikan kebebasan kepada siswa yang ingin menjadi perangkat upacara tanpa adanya tekanan. Setelah itu barulah diadakan latihan sebelum kegiatan upacara

Mars sekolah dan wajib belajar tidak dimasukkan dalam susunan upacara bendera

Mars sekolah dan wajib belajar dimasukkan dalam susunan upacara bendera yag letaknya setelah menyanyikan lagu wajib nasional


Koneksi Antar Materi Modul 1.3

 

MENGAITKAN SEMUANYA DALAM RENCANA INKUIRI APRESIATIF
Manajemen perubahan yang menerapkan paradigma dan model inkuiri apresiatif untuk mewujudkan visi sekolah dalam tatanan Merdeka Belajar


Tugas Elaborasi Pemahaman 1.3.a.8

Pemahaman mengenai paradigma inkuiri apresiatif (IA)

Perubahan… merupakan sebuah kata yang kadang sulit untuk kita terima.

Hal yang tidak mudah untuk menjalankan sebuah perubahan positif yang ada di sekolah, karena suatu perubahan perlu adanya kerjasama oleh semua pihak, dan upaya yang konsisten. Melakukan perubahan budaya positif tentu memiliki tantangan. Untuk melakukannya diperlukan orang-orang yang bersedia untuk terus melakukan inovasi dan terbuka terhadap kenyataan yang sedang dihadapi pada masa kini dan yang akan datang.

Mengelola suatu perubahan positif di sekolah tentu kita membutuhkan sebuah manajemen perubahan, dimana menajemen ini dilakukan dengan tahapan BAGJA yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif, yaitu pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan. Inkuiri apresiatif menggunakan prinsip psikologi positif dan prinsip pendidikan positif.

Inkuiri apresiatif adalah sebuah pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi sekolah

Melalui pendekatan inkuiri apresiatif yaitu, mengidentifikasi hal baik yang telah ada di sekolah, mencari cara agar bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, sehingga kelemahan, kekurangan dan ketiadaan menjadi tidak relevan. 

Berpijak dari hal positif tersebut, sekolah kemudian menyelaraskan hal positif atau kekuatan dengan visi sekolah dan visi setiap individu dalam komunitas sekolah.

Bagian mana dari IA yang berkaitan dua poin KHD yaitu kodrat alam dan kodrat jaman?

IA berorientasi pada perubahan ke  arah yang positif dan lebih baik sesuai dengan kodrat jaman yang selalu berubah sepanjang waktu. Bahwa kodrat alam merupakan hak hak yang melekat pada manusia dalam hal ini murid, bahwa murid sudah sedemikian adanya mempunyai kemampuan daya pikir dan bertumbuh sesuai dengan kodratnya masing masing. Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”.

Bahwa pendidik hanya merancang, merawat dan menuntun untuk mengembangkan hal hal positif pada diri murid sesuai kodratnya yang kemudian disesuaikan dengan perkembangan jaman untuk bisa dijadikan sebuah kegiatan murid yang positif  inovatif sehingga murid bisa bertumbuh sesuai kodratnya

 Apa pemahaman kita atas peran pendidik dalam dua poin pikiran KHD tersebut?

Peran pendidik

  • bahwa tut wuri handayani ialah mengakui adanya pembawaan, bakat, ataupun potensi yang dimiliki anak yang dibawa sejak lahir. Dengan kata tut wuri pendidik diharapkan dapat melihat, menemukan dan memahami bakat atau potensi yang muncul dan terlihat pada anak didik untuk selanjutnya mengembangkan pertumbuhan yang sewajarnya dari potensi-potensi tersebut. Seorang guru adalah pendidik yang terus-menerus memberikan dorongan semangat dan menunjukkan arah yang benar untuk anak didiknya. Dalam arti lain bahwa tut wuri handayani, seorang pendidik selalu mendukung dan menopang (mendorong) para muridnya berkarya ke arah yang benar bagi hidup masyarakat. Pendidik mengikuti para muridnya dari belakang, memberi kemerdekaan bergerak dan mempengaruhi mereka dengan kekuatannya
  • Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikan. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik, dalam arti membimbing atau mengajar. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila, dan bukanlah mendikte peserta didik, apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik.

Bagaimana kita memanfaatkan paradigma IA untuk mewujudkan dua poin KHD tersebut?

Yang pertama yang harus dilakukan adalah dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki, menginventarisasi daftar kegiatan positif atau kekuatan positif yang sudah berjalan yang terkait dengan pemikiran KHD tentang kodrat alam dan kodrat jaman tentang bagaimana sekolah mengembangkan potensi positif sesuai kodrat yang dibawa murid, setelah itu kita bisa terapkan tahapan BAGJA sampai dengan eksekusi program yang sejalan dengan visi sekolah.

 

 

                                                                                    Ketut Ngurah Artawan-CGP Karangasem

Minggu, 22 November 2020

Materi IPA








 





















Puisi Untuk Negeri

 













PUISI UNTUK NEGERI

 

MEWARNAI GENERASI

                                                                                     Buah karya: Ketut Ngurah Artawan

                                                                                     Link: https://youtu.be/Pa6jG6akLk4

 

Langkah kakimu mantap

Menyeruak di antara ruangan

Menatap tajam ke depan

Membawa segudang harapan

Untuk muridmu kelak yang berkarakter luhur

 

Suaramu lembut mengisi ruang hati setiap murid

Membimbing, melayani mereka

Berpaduu saling mengisi kekurangan

Berpacu saling menata kegembiraan

 

Tak pernah lelah mencoba

Tak pernah lelah menimba

Dengan satu harapan

Generasi bangsa bisa di depan

Dengan warna nilai nilai agama dan kemanuisaan

 

Semua yang dilakukan

Dengan konsep pelayanan, menghamba kepada murid

Tak pernah risau dengan cibiran

Yang ada hanya pengabdian

Agar murid bertumbuh sesuai kodrat Tuhan

 

Guru penggerak sebagai teladan

Memberikan contoh di depan

Guru penggerak selalu di tengah

Memberikan bimbingan dan tuntunan

Guru penggerak mendorong motivasi murid untuk berkembang

Dengan warna warna cemerlang

Agar tidak ditelan jaman

Koneksi Antar Materi (Artikel) Nilai Nilai dan Peran Guru Penggerak

 

Setiap manusia menjalani kehidupan yang sangat unik dan berbeda satu diantara yang lain sejak lahir sampai saat ini. Hal ini tentu membuat setiap orang memiliki nilai - nilai yang dipercaya, dianut dan dijalankan oleh seseorang, dan biasanya orang - orang yang memiliki nilai hidup yang sama, bergabung menjadi satu kesatuan akan membentuk sebuah team yang solid, kokoh dan berprestasi dalam hidup.

Kita bisa mengkaji lebih mendalam lagi melalui perenungan dan pemikiran pada diri kita sendiri tentang nilai nilai apa yang ada dalam diri. Harapan kita adalah untuk mendapat gambaran yang lebih banyak tentang hidup dan juga merefleksikannya kepada diri sendiri apakah nilai nilai kita sama dengan nilai nilai pada diri orang lain.  dan apabila berbeda, kita juga bisa renungkan mengapa kita meyakini hal tersebut dan kita meyakininya sebagai suatu pendangan yang berbeda. Nilai nilai yang muncul dalam diri merupakan gambaran penting tentang diri kita. Gambaran penting itu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi nilai nilai mana yang perlu ditumbuhkan dan dikembangkan.

Jika kita bicara tentang nilai moderasi agama merupakan proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang agar terhindar dari perilaku ekstrim atau berlebih lebihan saat mengimplementasikannya

Tujuan moderasi agama adalah untuk mengembalikan esensi ajaran agama yg sesungguhnya yaitu memanusiakan manusia.

Prinsip orang moderat adalah adil dan seimbang. Adil berarti menempatkan segala sesuatu padavtempatnya seraya melaksnaakan secara baik dan secepat mungkin. Berimbang berarti seallu berada di tengah dengan melakukan pengabdian kpd Tuhan dlm menjalankan ajaran Nya yg berorientasi pada upaya memuliakan manusia. Ada 3 hal dlm mengamalkan ajaran agama yaitu nilai kemanusiaan, kesepakatan bersama dan ketertiban umum.

Ciri seorang moderat, berilmu, mengendalikan emosi, berakhlak baik, pemaaf, menjadi teladan, berempati.

Moderasi beragama sebagai upaya mengembalikan pemahaman dan praktik beragama sesuai dengan eaensinya yakni utk menjaga harkat, martabat dan peradaban manusia. Moderasi beragama adalah bagian dari strategi bangsa dalam.merawat keberagaman Indonesia yang berbeda agama, etnis, bahasa, budaya. Moderasi beragama diyakini mampu menjadi strategi kebudayaan utk merawat jati diri Bangsa Indonesia.

Nilai nilai dalam diri yang terkait dengan peran kita sebagai guru penggerak harus kita gali, tumbuhkan dan kembangkan menjadi sebuah aksi nyata dalam lingkungan pendidikan. Adapun nilai nilai tersebut merupakan nilai yang sudah ada sejak lahir seperti nilai nilai moderasi beragama, nilai nilai kemanusiaan, nilai kepercayaan, nilai tidak mudah menyerah, nilai kepemimpinan, nilai pembaharuan dan masih banyak lagi. Nilai nilai ini banyak yang tidak muncul ke permukaan, seperti fenomena gunung es, bahwa yang muncul di permukaan laut hanya 20%, sisanya terpendam, tak terlihat. Tantangan bagi kita sekarang adalah memunculkan nilai nilai positif tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan, dalam hal ini bagi perkembangan dunia pendidikan.

Pada dasarnya kita terus berpacu dengan perkembangan dunia dalam segala aspeknya. Termasuk salah satunya adalah perkembangan teknologi di dunia pendidikan tanpa batas. Sebagai guru penggerak, kita harus lebih cepat selangkah jika kita tidak ingin tertinggal. Otak luhur manusia dan otak primatalah yang memegang peran dalam mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi pendidikan.

Seperti yang sudah disampaikan oleh Mendikbud RI dengan program guru penggerak bahwa, Guru penggerak harus memiliki karakter dari guru yang baik, punya kemauan memimpin, berinovasi dan melakukan perubahan. “Mereka harus mampu mendorong tumbuh kembang murid, tidak hanya di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain

guru penggerak adalah guru yang tidak hanya memiliki karakteristik yang dimiliki oleh guru baik, tapi juga memiliki karakteristik yang lain yakni mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, yakni mampu membentuk siswa menjadi Pelajar Pancasila, mampu menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat kepada murid serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Dengan karakteristik tersebut maka guru penggerak akan menjadi lilin dan obor perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebab kehadiran mereka akan memberikan dampak yang luar biasa tidak hanya kepada guru-guru yang lain, tapi juga akan memberikan dampak terhadap sekolah serta mampu menjadi perubahan di masing-masing unit pendidikannnya, bahkan di luar unit pendidikannya.

Seorang guru penggerak akan keluar dan termotivasi untuk menjadi mentor bagi guru-guru lain, di dalam sekolah bahkan di luar sekolah. “Mereka adalah agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. Selain itu, guru penggerak nantinya akan terus menciptakan dan mengawal pencapaian profil pelajar Pancasila yang merupakan tujuan dari Merdeka Belajar, yang mempunyai enam sifat. Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kedua, kreatif dalam berkarya, menemukan jalan-jalan yang tidak konvensional, beradaptasi terhadap perubahan dan selalu senantiasa berinovasi. Ketiga, bergotong royong, yaitu kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama sebagai satu tim dan ini akan menjadi kompetensi terpenting di dunia kerja masa depan. Keempat, Kebhinekaan, yaitu mencintai keberagaman nasional, mempunyai spirit nasionalisme yang tinggi dan mencintai sesama.

Kelima, kemampuan bernalar kritis, yaitu mampu memecahkan permasalahan, mampu berpikir secara kritis, mengolah informasi secara kritis, dan mampu berpikir secara terstruktur dan kuantitatif.

Nilai nilai yang perlu ditumbuhkan pada diri guru penggerak adalah 5 poin penting yaitu Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak kepada murid.

Dampak positif bagi murid dengan adanya guru penggerak ini adalah bahwa  murid akan merasa nyaman dalam setiap proses pembelajaran, konsep merdeka belajar bagi murid tidak hanya sekedar slogan, tetapi sebuah keniscayaan yang harus terjadi. rasa hormat murid kepada guru adalah berasal dari keteladanan guru, yang pada akhirnya melahirkan murid yang berbudi pekerti luhur

Kekuatan kekuatan pada diri guru penggerak merupakan modal utama dalam menggerakkan komunitas pendidikan seperti rasa percaya diri, mandiri, reflektif, tidak mudah menyerah, mampu mengembangkan diri dan orang lain dan tentunya komitmen dan keteladan merupakan sesuatu yang tak mungkin diabaikan.

Kontribusi nyata dalam menyediakan pembelajaran yang bermakna bagi murid adalah bahwa semua tindakan kea rah perubahan dan perbaikan menjadi sebuah fakta seperti pelayanan yang tulus kepada murid kapanpun dan dimanapun dengan memberikan yang terbaik bagi murid. Memberikan pembelajaran bermakna yang betul betul bermanfaat bagi kehidupannya dan masa depannya.

 

                                                Ketut Ngurah Artawan: CGP-Karangasem-Bali

MEWUJUDKAN SEKOLAH SEBAGAI RUMAH KEDUA MELALUI PROGRAM GEMA LIBAS

ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 3.3 MEWUJUDKAN SEKOLAH SEBAGAI RUMAH KEDUA MELALUI PROGRAM GEMA LIBAS